@Prokopin Klungkung @PPID.Klungkung @kompascom @detikcom @balebengong @rbkunwas @OmbudsmanBali @kabarklungkung @infoklungkung_ @info_seputarklungkung @klungkung_punya_cerita @nusabali_com @radar.bal @satria.waringin.imade @tjoksurya245 @brin_indonesia @bridaprovinsibali
Menjelang peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 yang mengusung tema βPancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Duniaβ, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menilai, ancaman terhadap persatuan bangsa kini hadir semakin dekat melalui media sosial, hoaks, disinformasi, hingga perang narasi di ruang digital.
Pesan itu mengemuka dalam Forum Komunikasi Publik BPIP Tahun 2026 bertema βStrategi Bangun Narasi, Kuatkan Reputasi Negeriβ yang digelar di Batam, Selasa (19/5). Forum tersebut dihadiri ratusan peserta dari unsur pemerintah, media massa, praktisi komunikasi publik, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
Sekretaris Utama BPIP, Tonny Agung Arifianto, mengatakan, semangat Pancasila sebagai pemersatu bangsa saat ini diuji bukan hanya oleh perbedaan politik atau identitas, tetapi juga oleh cara masyarakat berinteraksi di ruang digital.
βKalau ruang digital dipenuhi narasi kebencian, fitnah, dan saling serang, yang rusak bukan cuma citra pemerintah, tapi juga rasa percaya antarwarga,β kata Tonny.
Menurutnya, tema Hari Lahir Pancasila tahun ini menjadi pengingat bahwa menjaga persatuan bangsa tidak cukup hanya lewat slogan, melainkan harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, termasuk saat bermedia sosial.
Tonny mengatakan, masyarakat kini hidup di tengah arus informasi yang sangat cepat, tetapi tidak semuanya benar. Dalam situasi itu, Pancasila dinilai penting sebagai fondasi etika bersama agar masyarakat tidak mudah terpecah oleh provokasi dan disinformasi.
Staf Ahli Bidang Sosial, Ekonomi, dan Budaya Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Raden Wijaya Kusuma Wardhana, menyebut, Indonesia saat ini memiliki sekitar 229 juta pengguna internet. Menurutnya, masyarakat menghadapi fenomena post-truth, ketika emosi dan opini sering kali lebih dipercaya dibanding fakta.
βKadang yang viral lebih dipercaya daripada yang benar,β ujarnya.
Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI (BAKOM RI), Hamdan Hamedan, menilai tantangan terbesar saat ini bukan lagi kekurangan informasi, melainkan menjaga akal sehat dan persatuan di tengah kebisingan ruang digital.
Ia mengatakan, semangat βPancasila Pemersatu Bangsaβ menjadi relevan ketika masyarakat semakin mudah terbelah hanya karena potongan video, judul provokatif, atau informasi yang belum terverifikasi.
Sementara itu, Pakar Diplomasi Publik sekaligus Wakil Menteri Luar Negeri RI Periode Tahun 2014, Dino Patti Djalal, mengingatkan bahwa tema βFondasi Perdamaian Duniaβ juga berkaitan dengan citra Indonesia di mata internasional.
Ia mengatakan, Indonesia memiliki modal besar sebagai negara demokrasi yang plural dan relatif damai. Namun, reputasi itu harus dijaga melalui komunikasi publik yang sehat dan sikap masyarakat yang mampu menghargai perbedaan.
βDunia melihat bukan hanya apa yang dikatakan pemerintah, tapi juga bagaimana masyarakat Indonesia berinteraksi di ruang publik digital,β ujarnya.
Melalui forum tersebut, BPIP menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 tidak sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk menghidupkan kembali nilai gotong royong, toleransi, dan persatuan di tengah masyarakat.
Di era media sosial, menjaga Pancasila dinilai bisa dimulai dari tindakan sederhana: tidak mudah percaya hoaks, tidak menyebarkan ujaran kebencian, dan tetap menghormati perbedaan pendapat karena di tengah derasnya arus informasi, persatuan bangsa kini juga ditentukan oleh apa yang dibagikan, dipercaya, dan dipertahankan masyarakat di ruang digital.
Sumber : bpip.go.id
#bridakompak #bridamesikian #kaji_teliti_kembangkan_terapkan #banggamelayanibangsa #Inovasiuntuknegeri #SalamMAHOTTAMA
@Prokopin Klungkung @PPID.Klungkung @kompascom @detikcom @balebengong @rbkunwas @OmbudsmanBali @kabarklungkung @infoklungkung_ @info_seputarklungkung @klungkung_punya_cerita @nusabali_com @radar.bal @satria.waringin.imade @tjoksurya245 @brin_indonesia @bridaprovinsibali
